Grup Kami

LEBIH BAIK MEMBACA WEB BLOG DOSEN DARI PADA WEB YANG TIDAK ADA MANFAATNYA.

Setuju kan…

Berita Penelitian Grup IMC. Selamat untuk mahasiswa, dan tetap berkarya.

Dua Anggota Grup Riset IMC (InterMolecular Chemistry) Jurusan Kimia FSM Undip yang sedang Tugas Riset I (Maya) dan Tugas Riset II (Wuning)  memperoleh urutan ke-2 dan ke-4 The Best Poster pada Seminar Internasional 10-11 Desember 2015 di ITB Bandung.

Dua Anggota Grup Riset IMC (InterMolecular Chemistry) yang sedang Tugas Riset I (Maya) dan Tugas Riset II (Wuning)  memperoleh urutan ke-2 dan ke-4 The Best Poster pada Seminar Internasional 10-11 Desember 2015 di ITB Bandung.

Foto bersama Tim Grup Riset IMC (InterMolecular Chemistry) dengan peserta seminar dari RSC (Royal Society of Chemistry) pada Seminar Internasional 10-11 Desember 2015 di ITB Bandung.

Dua Anggota Grup Riset IMC (InterMolecular Chemistry) Jurusan Kimia FSM Undip mengikuti Seminar Internasional ISoC ke-2 26-27 Juli 2016 di ITS Surabaya

Foto bersama Tim Grup Riset IMC (InterMolecular Chemistry) dengan Prof. Dr. Teruna J. Siahaan  seminar (Pharmaceutical Chemistry Department, Universitas Kansas, USA) dan Prof. Dr. Suwaldi, MSc. Apt. (Farmasi UGM) pada Quest Lecture,  Jumat 29 Juli  2016 di Fak Farmasi UGM Yogyakarta.

…..

Sebelum anda berselancar di halaman web ini ada baiknya kami perkenalkan diri.

  1. Ketua Grup IMC: Dr. Parsaoran Siahaan, MS
  2. Anggota 1: Suci Zulaikha Hildayani, SSi, MSi.
  3. Anggota 2: Semua mahasiswa yang terlibat pada Praktikum Kimia Terpadu (PKT) dan  Tugas Riset (TR)
No. Tahun Nama Mahasiswa Judul Tugas Akhir / Paper
1. 2011 1. Muflikhah
2. Ade Rahmani
3. Wempy Gressangga

4. Sekar Kusuma Dewi (*)

1. Perhitungan Ab Initio Interaksi antara Trikalsium Fosfat dan Hidroksiapatit dengan Segmen  Molekul Selulosa. (Lulus Cum Laude)

2. Studi Interaksi antara Segmen Dimer Kitin dengan Molekul Kalsium Fosfat Menggunakan Metode Ab Initio.

3. Studi Kemampuan Adsorpsi Zeolit Alam Terdealuminasi terhadap Senyawa Fenol dan 2-Metoksifenol pada Asap Cair Sekam Padi: Eksperimen dan Komputasi Ab Initio.

4. Kitosan sebagai Bahan Dasar Drug Delivery: Studi Interaksi Segmen Dimer Kitosan dengan Vitamin C secara Komputasi Ab Initio dan Eksperimen.

2. 2012 5. Sapto Adi Wibowo

6. Niswatun Hasanah
7. Army Putra Satriya P.
8. Suci Z. Hilda
9. Amin Suryono

5. Studi Interaksi Segmen dimer Kitosan…Nikotinamida secara Komputasi Ab Initio dan Eksperimen.

6.Studi Interaksi Segmen Trimer Kitosan dengan Asam Askorbat  secara Komputasi Ab Initio dan Eksperimen (Lulus Cum Laude)

7. Kitin sebagai Bahan Dasar Drug Delivery: Studi Interaksi Molekul Kitin dengan Vitamin C secara Komputasi Ab Initio.

8. Hibrid Selulosa Bakterial/Kitosan sebagai Bahan Dasar Drug Delivery Asam Askorbat (Vitamin C) : Studi Interaksi secara Komputasi Ab Initio dan Eksperimen. (Sedang Studi S3 di Kimia ITB).

9. Studi Interaksi antara Segmen Fosfolipid dengan Peptida Alanin-Sistein (AC) Menggunakan Metode Ab Initio..

3. 2013 10. Imelda F. Saragih

11. Abdul Rahman Nurmanto

12. Diky Yopianto

13. Nastiti

14. Bani Amanullah Prasojo

15. Bungaran M.D. Simanjuntak
16. Sesilia D. Novitriani

10. Kitosan sebagai Bahan Dasar Drug Delivery: Studi Interaksi antara  Dimer Kitosan dengan Peptida Ac-AD-NH2 dan Ac-PV-NH2 secara Komputasi Ab Initio.

11. Kitosan sebagai Bahan Dasar Drug Delivery: Studi Interaksi antara  Dimer Kitosan dengan Peptida Ac-CD-NH2 dan Ac-PP-NH2 secara Komputasi Ab Initio.

12. Studi Interaksi antara Segmen Dimer Kitosan dengan Peptida Ac-CA-NH2 dan Ac-TP-NH2 secara Komputasi Ab Initio.

13. Pengaruh Berat Molekul Kitosan terhadap Efisiensi Enkapsulasi BSA (Bovine Serum Albumin) menggunakan Agen Crosslink Na-TPP.

14. Pengaruh Berat Molekul Kitosan terhadap Efisiensi Enkapsulasi BSA (Bovine Serum Albumin) Menggunakan Agen crosslink Asam Sitrat.

15. Molecular Docking : Studi Interaksi antara E-Cadherin dengan Peptida  ADTC1 (Ac-CADTPPVC-NH2) .

16. Studi Interaksi antara Peptida Siklik ADTC-5 (Ac-CDTPPVC-NH2) dengan Protein E-Cadherin Menggunakan Metode Molecular Docking

4. 2014 17. Jordy Armand Kaswanda
18. Bima Arya  Fathullah19. Ni Wayan Pratiwi
20. Sri Wuning
17. Studi Interaksi antara Peptida Siklik ADTC-6 (Ac-CDTPPC-NH2) dengan Protein E-Kadherin Menggunakan Metode Molecular Docking.

18. Modifikasi Kitosan Berat Molekul Rendah Menggunakan Asam Monokloroasetat dan Aplikasinya terhadap Enkapsulasi Nikotinamida. (Lulus Cum Laude).

(Sedang Studi S2 di Kimia ITB).

19. Modifikasi Kitosan High Molecular Weight (Berat Molekul Besar) dengan Asam Monokloroasetat dan  Diaplikasikan pada Enkapsulasi Nikotinamida. (Lulus Cum Laude),

20. Studi Interaksi antara E-Kadherin dengan Peptida Linier dan Siklik ADT-C1 (Ac-CADTPPVC-NH2) berbasis Molecular Docking. (Lulus Cum Laude)

5. 2015 21. Nadira Cahyaning Mentari.
22. Ustera Octovindra.
23. Maya Nirmala Tyas L.
24. Digna Renny Panduwati.
25. Rinaldy  Christian.
21. Modifikasi Kitosan  Menggunakan Asam Monokloroasetat dengan Variasi Konsentrasi NaOH dan Aplikasinya terhadap Enkapsulasi Nikotinamida.

22. Modifikasi Kitosan  Menggunakan Asam Monokloroasetat dengan Variasi Temperatur dan Aplikasinya terhadap Enkapsulasi Nikotinamida. (Lulus Cum Laude)

23. Mekanisme Reaksi Sintesis Peptida dari Asam Amino Prolin (P) dan Valin (V): Studi Komputasi Ab Initio.

24. Studi Interaksi antara Peptida Siklik ADTC2 (Ac-CADTPPC-NH2) dengan Protein E-Kadherin Menggunakan Metode Molecular Docking.

6. 2016 26. Siti Nurmilatus

27. Attiatul Mannah

28. Marta J. Sipangkar

29. Anisa Nur Fauziyah

26.

Pada buku “Undergraduate Professional Education in Chemistry” (Spring 2015, ACS, Committee on Profesional Training) terdapat kalimat seperti ini: Chemistry is central to intelectual and technological advances in many areas of science. Chemistry increasingly overlaps with other sciences. Unchanged , however, is the molecular perspective that lies at the heart of chemistry.

Artinya, ilmu kimia adalah memahami zat melalui molekul penyusunnya. Teori terakhir untuk memahami molekul adalah TEORI KIMIA KUANTUM. Pesannya adalah bahwa pengajaran ilmu kimia harus sampai pada molekul, struktur geometri-sifat-reaksi, interaksi antarmolekul, dan teori yang menjelaskannya hingga teori kuantum.  Tentu harus  berguna (overlap) untuk menjelaskan fenomena dalam ilmu kimia dan ilmu-ilmu lainnya.

Mudah-mudahan informasi ini lebih memotivasi kita untuk belajar ilmu kimia pada tingkat cara pandang molekular.

…..Pengalaman ketika mengikuti PAR (Program Academic Recharging) ke Amerika Serikat (Universitas Kansas, KU) pada akhir tahun 2011 untuk me-refresh keilmuan tentang Interaksi Antarmolekul dan penerapannya pada drug delivery dan drug targetting, Prof. Dr. Teruna Siahaan mengatakan bahwa sebagai dosen dia tidak hanya mempunyai anak kandung tetapi mempunyai anak angkat pertama yaitu mahasiswa bimbingannya. Pengalaman tersebut semakin menguatkan pandangan kami yang juga kami alami dari semua pembimbing (S3) dan salah satunya adalah Prof. Dr. Dieter Ziessow dari Universitas Teknik Berlin (TU-Berlin). Tulisan Bapak Prof. Erwan Rajagukguk berikut dapat menggambarkan hal tersebut dan menjadi pola bimbingan yang kami terapkan di grup “kecil” IMC (InterMolecular Chemistry) yang didesiminasikan di: http://imc.kimia.undip.ac.id

Tugas dosen: MEMBACA DAN MENJELASKAN. Menambah sumber bacaan sehingga minat siswa/siswi harus terus didorong setelah masuk perguruan tinggi. Sejak mahasiswa tingkat pertama hingga doktoral pun sebaiknya selalu mendapatkan pendampingan agar minat membaca, belajar, dan penelitian meningkat sehingga berhasil dalam perkuliahan dan kelak di masyarakat.

…..masih berkaitan dengan pengalaman sewaktu di Amerika Serikat (Universitas Kansas, KU), Prof. Dr. Teruna Siahaan mengatakan bahwa sebagai dosen tidak cukup hanya belajar ilmu di kampus, tetapi juga budaya di kampus dan sekitarnya sebagai bagian dari negara bagian dan bagian dari negara Amerika Serikat itu sendiri. Pada saat liburan sabtu dan minggu kami memanfaatkan waktu dengan baik untuk menimba ilmu dari “sekolah kehidupan di Lawrence-Kansas”. Lawerence adalah kota asal-muasal Basket, dll. Pengalaman ini juga kami alami ketika bersama Prof. Dr. Dieter Ziessow dari Universitas Teknik Berlin (TU-Berlin). Berlin (sekarang ibu kota Jerman) adalah tempat Albert Einstein menghasilkan banyak pemikiran termasuk masalah sosial ketika Hitler berkuasa. Kedua pengalaman tersebut menggambarkan bahwa sekolah tidak sama dengan gelar tetapi adalah interaksi dengan lingkungan baru. Tulisan Bapak Juwono Sudarsono berikut dapat menggambarkan hal tersebut, dan saling mendukung dengan tulisan Bapak Prof. Erwan Rajagukguk di atas.

Tugas dosen: MEMBACA DAN MENJELASKAN. Menambah sumber bacaan sehingga minat siswa/siswi harus terus didorong setelah masuk perguruan tinggi. Sejak mahasiswa tingkat pertama hingga doktoral pun sebaiknya selalu mendapatkan pendampingan agar minat membaca, belajar, dan penelitian meningkat sehingga berhasil dalam perkuliahan dan kelak di masyarakat.

Saudara-saudara mahasiswa yang kami sayangi, kuliah semester genap 2015/2016 telah berakhir dan anda telah mengisi KRS Semester Gasal 2016/2017. Minggu depan,  senin 15 Agustus 2016 adalah awal perkuliahan Semester Gasal 2016/2017 Selamat belajar dan semoga sukses.

Untuk melihat peta penelitian grup ini silahkan klik LOGO:
Makna Logo: kimia harus bermanfaat dengan kajian hingga pada tingkat molekul
Hingga saat ini, umumnya Ilmu Kimia masih dipahami sebagai ilmu tentang zat. Diagram berikut menunjukkan pemetaan peranan Ilmu Kimia yang sangat luas, tetapi hanya sebatas memahami Ilmu Kimia sebagai zat. Ternyata dibalik perannya yang sangat luas sebagai ilmu tentang zat, yang paling penting tetapi tidak begitu (mau) dipahami termasuk oleh ahli kimia, adalah bahwa zat tersebut dapat berfungsi adalah karena dia mempunyai struktur yang sedemikian rupa yang tidak dapat dipahami dengan cara pandang zat sebagai kumpulan partikel/benda kecil. Cara pandang tersebut adalah kuantum. Mengapa pemahaman molekul hingga pendekatan kuantum menjadi Penting?

Peradigma Ilmu Kimia: Kimia Dasar (Makroskopik dan mikroskopik) Catatan:

Pembelajaran memang tidak hanya menjelaskan pokok bahasan matakuliah semata, tetapi sangat penting memahaminya melalui konteks atau sebagai bagian alam yang lebih luas.

Hal tersebut harus dimulai dari matakuliah dasar seperti matakuliahKimia Dasar.

Konsep mol sangat penting memahami jumlah zat hasil peruraian sampah atau pakan ikan tawar.

Molekul H2S adalah bersifat fasa gas pada temperatur kamar, yang menyebabkannya menjadi lebih berbahaya bagi lingkungan, hanya dapat dipahami lewat sifat fisika titik didih dll.

Namun, senyawa H2S tersebut adalah molekul yang hanya dapat dipahami melalui teori kuantum atom dan molekul.

Peradigma Ilmu Kimia: Spektroskopi Kimia (Molekul) Peranan Ilmu Kuantum menjadi sangat jelas ketika akan menjelaskan fenomena spektrum yang ditunjukkannya. MatakuliahSpektroskopi Kimia adalah matakuliah pada semester lanjut yang akan menjelaskannya dengan lebih gamblang.

Namun demikian, peranannya yang sangat luas dalam konteks atau menjadi bagian alam harus lebih ditunjukkan dengan jelas.

Pada akhirnya, tuntutan dan tantangannya adalah bahwa dosen/guru yang menyampaikan ilmu kimia kepada mahasiswa/siswanya harus senantiasa belajar terus-menerus.

Sebagai contoh, prinsip paling penting pada pengobatan (Catatan: Pada Insentif Riset SiNas menjadi Bidang Prioritas Iptek: Teknologi Kesehatan dan Obat) adalah interaksi obat dengan sel (Prinsip fundamental konsep umum Lock and Key). Obat tentu tidak berinteraksi dengan keseluruhan sel tetapi bagian dari sel, dan salah satunya adalah E-Cadherin. Oleh karena itu, memahami interaksi pada membran sel memerlukan pemahaman E-Cadherin seperti yang akan disebutkan di bawah. E-Cadherin adalah peptida yang tersusun dari ratusan asam amino, sehingga diperlukan pemahaman struktur asam amino. Cabang ilmu kimia yang membahas interaksi antarmolekul disebut dengan Kimia Supramolek (Supramolecule Chemistry) atau Kimia Interaksi Antarmolekul (Intermolecular Chemistry) atau Kimia Ikatan Non-Kovalen (Non-Covalent Bonding Chemistry). Struktur asam amino hanya dapat ditentukan dengan pendekatan kuantum. Berikut adalah 20 asam amino esensil.

Intermolecular Chemistry adalah website yang dimiliki salah satu grup penelitian di laboratorium kimia fisik yang berada di Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP), yang memfokuskan arah penelitiannya mengkaji Struktur dan Sifat-Sifat Fisika-Kimia Sistem Kimia meliputi Atom, Molekul Terisolasi, Molekul Berinteraksi pada Fasa Gas dengan pendekatan Metode Komputasi (selanjutnya disebut Kimia Komputasi; dalam bahasa inggris Computational Chemistry) untuk memahami Fenomena (Makroskopik) Kimia, Fisika dan Biologi yang dikaji dengan pendekatan Eksperimen.

Salah satu contoh Fenomena (Makroskopik) adalah bahwa pada temperatur kamar (25oC dan 1 atm) air adalah fasa cair sedangkan klorin adalah fasa gas. Fenomena ini adalah fenomena fisik yang dapat dipahami melalui konsep interaksi antarmolekul. Pada fasa cair interaksi antarmolekul lebih kuat sedangkan pada fasa gas interaksi antarmolekul lebih kecil. Ukuran kekuatan interaksi adalah energi, sehingga energi interaksi antarmolekul H2O…H2O pada sistem cairan air diduga atau diperkirakan adalah lebih besar dari pada Cl2…Cl2 pada sistem gas klorin. Dugaan ini perlu dibuktikan dengan metode eksperimen atau metode kimia komputasi.

Metode komputasi dapat menghitung energi interaksi antarmolekul dua molekul H2O…H2O maupun Cl2…Cl2, dan energi hasil perhitungan ini ternyata dapat memprediksi fenomena fisik gas klorin dan cairan air tersebut meskipun perhitungan dilakukan dengan asumsi molekul pada fasa gas. Artinya, metode Kimia Komputasi mempunyai kemampuan memprediksi yang sangat luar biasa. Tantangannya (kata yang lebih tepat dari pada permasalahan) akan makin besar bila jumlah molekul yang berinteraksi lebih banyak dan ukuran molekul lebih besar seperti pada zeolit, polimer, peptida, dan protein.

Hasil perhitungan energi interaksi dua molekul H2O…H2O dengan metode komputasi mekanika kuantumab intio pada tingkat teori dan basis set HF/3-21G** dan HF/6-31G** masing-masing adalah -23,kJ/mol dan -23,183 kJ/mol dengan jarak interaksi atau panjang ikatan hidrogen O…H adalah 2,083 Ao. Hasil perhitungan untuk dua molekul Cl2…Cl2 pada tingkat teori dan basis set HF/6-31G** adalah -0,317 kJ/mol dengan jarak interaksi 4,35 Ao.

Tantangan tersebut adalah pada rumus energi yang diperlukan pada perhitungan dengan metode Kimia Komputasi tersebut. Berbicara tentang energi pada molekul adalah awal lahirnya metode pada ilmu kimia yaitu Pemodelan Molekul (Molecular Modelling) dan Kimia Komputasi (Computational Chemistry) yang telah disebutkan di atas. Molekul adalah nyata tetapi tidak dapat dilihat, sehingga diperlukan model. Ketika model sudah diperoleh maka model tersebut harus dapat digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat molekul tersebut. Model atom Dalton adalah model pertama yang dapat digunakan untuk menerangkan atom tetapi tidak dapat menjelaskan sifat-sifat atom. Model atom Bohr yang diturunkan berdasarkan hasil eksperimen spektrum atom hidrogen dapat digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat atom tetapi terbatas hanya untuk atom hidrogen. Model atom kuantum dengan persamaan Schrodinger ternyata dapat mengungkap lebih jauh lagi tentang sifat-sifat atom. Bila persamaan energi atom Bohr dan persamaan Schrodinger untuk atom hidrogen masih dapat dihitung secara analitik (tanpa komputer) tetapi hal itu tidak berlaku lagi untuk atom-atom dengan jumlah elektron banyak. Model atom yang semakin kompleks memerlukan alat bantu yaitu hardware komputer dan persamaan yang dapat dihitung yaitu program komputer cara penyelesaian persamaan komputer yang disebut dengansoftware, dan kombinasi keduanya disebut Kimia Komputasi, dan modelnya disebut pemodelan atom mekanika kuantum.

Hal yang sama dengan atom berlaku untuk molekul. Model molekul paling sederhana adalah dengan cara struktur Lewis. Model yang paling banyak digunakan adalah menjelaskan sifat-sifat molekul adalah model orbital molekul (Teori MO-Molecular Orbital) dengan persamaan Schrodinger. Metode meyelesaikan persamaan Schrodinger yang paling banyak digunakan adalah metode ab inito dan semi-emperik., tetapi akhir-akhir ini telah banyak digunakan metode DFT (Density Functional Theory). Model di atas disebut dengan pemodelan molekul mekanika kuantum (Quantum Mechanics) ab initioatau DFT.

Model lain yang sering digunakan untuk molekul besar disebut dengan pemodelan molekul mekanika molekul (Molecular Mechanics). Pada model ini energi dihitung bukan melalui persamaan Schrodinger tetapi persamaan energi interaksi partikel antaratom penyusun molekul tanpa melibatkan elektron.

Grup penelitian kami telah banyak melakukan penelitian dengan pemodelan molekul mekanika kuantumab initio pada molekul-molekul sederhana dan interaksinya dengan molekul lain seperti H2O…CH3OH, Vitamin C…ion logam, Asam amino…segmen kitosan, dan peptida…segmen kitosan yang dapat dibaca di menu publikasi web ini. Pemodelan molekul juga telah dilakukan dengan mekanika molekul yaitu dockingantara peptida dengan E-Cadherin.

Hasil-hasil penelitian yang dilakukan dengan pendekatan teoritik (kimia komputasi) juga telah digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang diukur dengan metode eksperimen seperti enkapsulasi vitamin B dan vitamin C dengan kitosan, interaksi kitosan dengan polianion TPP (polifosfat), enkapsulasi protein BSA dengan kitosan.

E-Cadherin adalah protein pada permukaan membran sel yang berperan sebagai barrier pada proses masuknya obat dari pembuluh darah ke dalam sel. Porositas barier dapat ditingkatkan dengan menambahkan peptida tertentu seperti ADT1 atau ADT5 (Teruna Siahaan, Universitas Kansas, USA) untuk meningkatkan jumlah obat yang masuk ke sel target. Bagaimana mekanisme interaksi antara peptida dengan E-Cadherin untuk meningkatkan porositas membran sel dapat di simulasi dengan pemodelan molekul yaitu Docking peptida dengan E-Cadherin, sehingga sangat bermanfaat untuk memahami dalam bidang drug delivery dan drug targetting.

Grup kami beranggotakan Dosen (Dr. Parsaoran Siahaan, M.S dan Tri Windarti, M.Si) dan para mahasiswa bimbingan Tugas akhir yang melakukan riset dalam bidang penelitian interaksi molekul. Mahasiswa yang terlibat dalam proyek penelitian di grup ini ada yang langsung kerja dan ada yang melanjutkan ke S2.

Website ini adalah salah satu tempat publikasi dari grup penelitian kami, sehingga anda dapat mengetahui perkembangan dari penelitian kami, dan juga aktivitas kegiatan yang kami lakukan. Untuk memperkaya sumber informasi bagi anda, website ini juga menyediakan materi perkuliahan, tutorial software, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan bidang kimia komputasi, kimia interaksi antarmolekul, fenomena interaksi antarmolekul seperti enkapsulasi dengan polimer kitosan, sehingga diharapkan para stakeholder kimia yang tertarik dalam bidang kajian kami dapat memperoleh informasi yang memadai.

Mengapa harus membuat website? Saat ini, media ini sangat murah dan langsung dapat dinikmati banyak orang. Salah satu tulisan terbaru yang mendorong agar website terus dikembangkan adalah tulisan Iwan Pramono. Menulis dengan format html telah kami peroleh sejak tahun 1993 dari Prof. Dr. Dieter Ziessow. Internet sebagai media pembelajaran? Kami pun sangat setuju, dan untuk itu mari kita baca tulisan berikut ini:

Memahami keilmuan

Besar harapan kami anda dapat memberikan umpan balik demi mengembangkan website ini, agar perkembangan ilmu kimia khususnya bidang kajian molekular dapat terus berkembang.

Pada kesempatan ini saya sebagai ketua grup mengucapkan banyak terima kasih kepada guru-guru saya yang memberi kesempatan untuk lebih mendalami metode kimia komputasi dan beberapa aplikasinya seperti molekul kecil benzonitril dan fenilasetilen serta molekul besar protein, diantaranya Prof. Dr. Dieter Ziessow dari TU-Berlin (aktif di CHEMGAROO, dan pembuatan multimedia pengajaran NMR-“The NMR Instructor – A Multmedia e-Learning Approach for NMR Beginners”), Jerman, Muhammad Abdul Kadir Martoprawiro, PhD dari ITB Bandung, Indonesia, Prof. Dr. K. Kuzceradari Kansas University, USA (Murid Pemenang Nobel Martin Karplus, klik riwayat hidup), dan Prof. Dr. TerunaSiahaan dari Kansas University, USA. Saya juga berterimakasih kepada bapak Prof. Dr. Susanto Imam Rahayu (ITB bandung, Indonesia) yang menginspirasi untuk menyukai kimia teori dan Ibu Prof. Dr. Chintia Linaya Radiman (ITB bandung, Indonesia) yang mengispirasi untuk menerapkan teori pada bidang polimer (Kitosan dan Peptida).

Pada akhirnya kita akan lebih mudah memahami perkembangan Iptek, Kesehatan, hasil-hasil Inovasi seperti pada berita-berita www.dw.de, dll.

Mari bergabung…

Parsaoran Siahaan

  • Share/Bookmark